Introduce My Self

Assalamu’alaikum.wr.wb. Hai hai kenalin aku Istiqomah Sweet. Biasa dipanggil isti. Itu hanya nama pena aja sih. Aku berasal dari Gresik Jawa Timur, Lulusan dari Perguruan Tinggi Swasta Jurusan Management SDM. Semua pendidikan yang aku tempuh tidak pernah linier dengan pendidikanku selanjutnya. Aku dulunya hanya bersekolah di SDN Negeri, kemudian SMP aku bersekolah di SMP NU, lalu SMK juga di SMK NU namun dengan jurusan IT atau Teknik Komputer dan Jaringan.

Namun di sisi lain hoby ku adalah olahraga, travelling, membaca dan menulis. Aku juga seorang aktivis di berbagai organisasi dan komunitas. Karena memang tidak pernah lelah dan tidak terbiasa diam dirumah, jadi apapun kegiatan harus selalu bisa aktif diluar selagi itu akan membuat manfaat kedepannya. Sebenarnya untuk dunia literasi sudah lama aku menyukainya, hanya saja belum bisa fokus seperti saat ini. Karena masih banyak prioritas yang harus aku dahulukan. Nah saat ini, menulis sudah menjadi bagian prioritas untuk terus diterapkan. Meski masih beberapa antologi buku yang sudah aku buat, dan juga beberapa karya tulisan yang sudah dimuat di sebuah majalah, itu belum sekedar rasa puas untuk bisa menciptakan sebuah karya dari tulisan.

Aku baru menyadari passionku yang tepat itu dimana, aku paling suka dengan yang namanya mbolang alias traveling. Dari sana aku ingin bisa membuat brandingku sebagai travel blogger. Ketika SMK dunia blog sudah pernah dipelajarin sekitar 6 tahun yang lalu. Jadi sebenarnya sudah memiliki blog juga, bahkan oleh seorang guru diperintahkan untuk mengikuti lomba blog itu sendiri hanya saja asal buat dan posting gitu aja sih, namun masih belum begitu faham fungsi dan kegunaanya. Baru faham fungsi di dunia blogger ketika masih duduk di bangku perkuliahan. Bahwa dari blog itu sendiri ternyata bisa menghasilkan financial.

Menulis konten yang sedang dibutuhkan. Maka dari itu, konten yang ingin aku fokuskan adalah travel blogger. Karena dari travel blogger mengajarkan kita untuk terus berproses di lingkungan baru, berani memulai tantangan baru, bisa mengeksplor suasana baru dan terutama menikmati keindahan di tempat yang berbeda. Apalagi banyak sekali wisata yang ada Indonesia belum terjamah oleh banyak orang, sehingga sebagai travel blogger turut mempromosikan wisata di setiap daerah.

Aku juga suka bercerita, jadi aku buat sebuah cerita perjalananku kedalam tulisan travel blogger ini. Berbagi pengalaman mengenai wisata, kuliner, budaya kepada mereka yang sedang membutuhkan informasi. Jadi mulai saat ini, harus mulai berkomitmen untul terus bisa menulis dengan konten travel blogger. Membagikan kisah perjalanan dimanapun itu. Agar bisa memberikan manfaat kepada yang sedang membutuhkan. Karena menurutku setiap penulis pasti akan menemukan pembacanya, begitu dengan seorang travel blogger. Paling tidak harus berani memulai dan berkomitmen untuk terus membranding diri sebagai travel blogger. Fokus ke satu tujuan yang sudah dibuat, sebuah hobby yang harus dijadikan sebagai profesi.

Seseorang Yang Belum Kunjung Menikah

Perihal Jodoh.

Jodohmu masih menunggu.

Jodohmu masih dipersiapkan.

Buat seseorang yang belum kunjung menikah.

Pasti banyak dari kalian yang mendapatkan 1000 kali pertanyaan, dari sekian orang perihal pernikahan :
-Kapan menikah?
-Sudah berumur tua kok nggak nikah-nikah?
-Kerjanya sudah mapan kenapa nggak menikah?
-Sarjana kok langsung nikah aja?
-Masih muda nikah?
-Jodohmu mana?

Padahal menikah iku bukan perkara lomba lari, siapa yang tercepat dia lah dapat menjadi pemenangnya.

Menikah itu kesiapan dari semuanya.

Bukan hanya aspek pasangan yang menjalani. Melainkan aspek dari :
1. Keluarga : Keluarga sangat penting, karena restu pasangan berasal dari kedua belah pihak. Menikah itu bukan soal satu keluarga, melainkan dua keluarga besar yang menjadi satu. Jika salah satu keluarga dari pasangan belum ada kesiapan. Pernikahan itu tidak akan terjadi. Jika seseorang belum mendapatkan restu dari keluarga, hal buruk yang terjadi adalah pernikahan yang tidak diinginkan. Apa ada yang salah, atau jangan-jangan kata orang terdahulu bobot, bebet, bibitnya tidak memenuhi. Jika sudah seperti itu, sebaiknya dikomunikasikan kedua belah pihak agar pernikahan bisa berjalan.

2. Financial : Financial ini sangat sensitif, banyak dari semua kalangan berlomba-lomba untuk sebuah pernikahan yang mewah. Jika tidak, sebagian orang akan menghujatnya. Padahal financial yang dimaksud bukan perkara kemewahan dalam pernikahan, melainkan kecukupan. Seberapa mampu financial ini dibuat untuk pernikahan. Karena ada sebagian orang berhutang hanya untuk biaya pernikahan, padahal islam sendiri tidak mengajarkan untuk menghamburkan secara berlebihan. Awal pernikahan bahagia karena pernikahan mewah, tapi setelah menikah sengsara karena berbelit hutang. Padahal menikah bukan untuk setahun dua tahun. Melainkan untuk seumur hidup. Sebaiknya pernikahan dilakukan secukupnya financial yang dimiliki kedua bela pihak.

3. Persiapan mental : Mental seseorang memang tidak sama. Karena sebuah pernikahan itu berbeda dengan hubungan pacaran, sehingga perlu mental yang matang. Karena permasalahan rumah tangga pasti ada dan tidak ada pernikahan yang mulus. Maka dari itu persiapan mental perlu dilakukan untuk bisa menghadapi permasalahan yang ada.

4. Ilmu agama : Dalam menjalani rumah tangga tentunya agama adalah suatu pondasi yang sangat kuat, tanpa adanya ilmu agama tentu akan menjadi sebuah masalah yang tidak hanya di pertanggungjawabkan di dunia, namun di akhirat juga. Karena seorang laki-laki harus menjadi imam yang baik bagi keluarga, bagaimanapun yang akan membimbingnya menuju surga bersama, untuk seorang wanita tentunya dengan ilmu agama yang di miliki akan mampu menjaga kehormatan bagi suaminya. Jika keluarga tidak dilandaskan dengan agama di dunia, bagaimana kelak di akhirat.

5. Ilmu wawasan lainnya : Menikah juga perlu ilmu wawasan lainnya, jadi bukan hanya sekadar ilmu agama saja. Seperti ilmu komunikasi, ilmu mengatur rumah tangga, parenting untuk mendidik anak dan masih banyak lagi. Ada yang faham dengan ilmu agama, namun sangat disayangkan ilmu lainnya untuk saling pengertian satu sama lain tidak diterapkan. Maka akan menjadi ketidakharmonisan didalam rumah tangga itu sendiri. Maka dari itu perlunya memiliki ilmu lainnya.

Itulah beberapa aspek yang harus dipersiapkan jika ingin menjalani bahtera rumah tangga.

Ketika sudah menikah, pertanyaan akan kembali muncul. Kapan punya anak? kalau sudah punya anak kapan dan kapan punya anak lagi, seterusnya akan menjadi seperti itu.

Karena kita hidup tentunya berdampingan dengan berbagai beragam sifat orang dan karakternya masing-masing, jika kita telan mentah-mentah semua ucapan mereka malah yang ada hati kita sendiri yang akan berselimut kesedihan atau malah kebencian dan menjadi antisosial terhadap masyarakat sekitar.

Karena tidak boleh seperti itu, kita kelak akan tetap hidup berdampingan dengan keluarga atau bertetangga. Sebaiknya harus sedikit merubah sebuah pertanyaan menjadi sebuah doa. Tidak bisa kita sama ratakan, soal hati perasaan seseorang berbeda. Jika tidak berhati-hati berbicara, maka akan melukai.

Buat seseorang yang belum kunjung menikah, bersabarlah. Karena jodohmu sudah ditentukan.

Buat seseorang yang belum kunjung menikah, bertahanlah. Karena waktumu bukan sekedar memikirkan pernikahan, buatlah waktumu lebih baik lagi untuk masa depan. Akan ada saatnya seseorang yang belum kamu temui, atau seseorang yang ada dihadapan kamu menjadikan hari bahagia bersamamu. Karena untuk waktu kita tidak akan tahu, kapan sebuah pernikahan menjemputmu atau bahkan kematian yang menjemput terlebih dahulu.

#Istiqomahsweet